DEPARTEMENT KASTRAT

Aksi Damai Pemilu 2014

DEPARTEMENT KASTRAT

PENGOBATAN GRATIS BERSAMA DPU-DT

DEPARTEMEN SOSIAL MASYARAKAT

Ngawul

DEPARTEMEN EKONOMI

ADIK-ADIK BINAAN DEPSOSMAS

ZONAMUSLIMNEGRAWAN

Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Profil KAKOM Pertama

                        Khamdan Muhaimin, begitulah nama lengkap Ketua Komisariat Pertama IKIP PGRI Semarang, pria yang pernah menjadi Ketua Umum HIMA Prodi Pendidikan Psikologi dan Bimbingan ini lahir di Banjarnegara, 16 Juni 1987. Beliau juga pernah mengajar di Ende, Nusa Tenggara Timur dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan)  ini telah melanglangbuana mengikuti berbagai organisasi kampus yang mengantarkan beliau menjadi Leader di KAMMI IKIP PGRI Semarang yang pada saat itu merupakan masa transisi dari sebelumnya berstatus koordinator kampus menjadi sebuah komisariat dengan awal kepemimpinanan masih mempunyai dua departemen yaitu departemen kaderisasi dengan menyiapkan kader yang mempunyai karakteristik ke-Islaman, akidah, akhlaqul karimah, kepemimpinan, intelektual dan departemen kastrat yang bergerak di bidang pematangan kepemimpinan politik ,dan sumbangsih bagi perubahan bangsa.
            Dengan berbekal dua departeman yang dimilikinya, beliau tidak menyerah untuk membangun dan belajar dari rekanan antar komisariat maupun dari yang lainnya dengan rasa malu, canggung untuk bertanya harus dihilangkan dan, setiap momen selalu digunakan untuk belajar bagaimana menggerakkan seluruh pengurus yang berada di komisariat demi mencapai visi KAMMI, belajar mencerdaskan kader untuk memahami ideologi islam, berpengetahuan dan berkontribusi kepada pemecahan problematika umat.
            Awal mula beliau merasa mempunyai tanggung jawab yang besar kepada umat seluruh alam ketika beliau merasakan efek dengan ucapan syahadat yang lantang dan berikrar sebagai kader KAMMI, dimana untuk menjadi manusia baik itu tidak sendiri, jangan menjadi manusia egois, banyak saudara-saudara kita yang masih membutuhkan nasehat untuk menjadi lebih baik mengapa kita tidak ajak menjadi orang soleh dan berwawasan luas. KAMMI mengajarkan semua kepadanya, beliau bersyukur karena Allah mempertemukan beliau dengannya hingga selalu berusaha menjadi insan yang bertaqwa. Segala pengorbanan dan perjuangan akan terasa ringan ketika kita ingin mendapatkan ridho dari Allah swt bukan yang lain.
            Pria yang saat ini  menempuh Pendidikan Profesi Guru di Universitas Negeri Semarang juga berbicara tentang kepemimpinan bahwa KAMMI yang berdiri pada masa transisi reformasi mempunyai visi menjadi wadah perjuangan permanen dalam mencetak pemimpin masa depan yang tangguh dalam rangka mewujudkan masyarakat islami di Indonesia. Ada beberapa poin penting dalam mendesain kader KAMMI yaitu mampu menciptakan kader yang berorientasi pada profil muslim negarawan. Reorganisasi KAMMI IKIP PGRI Semarang merupakan momentum perbaikan menuju organisasi yang lebih solid. KAMMI IKIP PGRI Semarang sebagai wadah untuk melahirkan pemimpin masa depan harus mampu mencetak sosok pemimpin yang memiliki basis ideologi islam yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, idealis, konsisten, berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa serta menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan. Dengan ini pemimpin KAMMI IKIP PGRI Semarang dapat menjadi pelopor. Bagaimana jika seorang muslim negarawan yang menjadi dasar kepemimpinan di lembaga dakwah kampus dapat  melahirkan seorang pemimpin yang memiliki basis ideologi islam mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, idealis, konsisten, berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa serta menjadi perekat komponen bangsa, maka terjawab sudah kejayaan islam di muka bumi ini dengan mempunyai sosok pemimpin muslim negarawan. KAMMI sudah berumur maka sudah sepantasnya menunjukan eksistensi dakwah.
            Terakhir beliau juga berpesan kepada kader KAMMI bahwa diawal pembentukan komisariat tampak betul perjuangan dan pengorbanan dari para senior kader dakwah dikampus IKIP PGRI Semarang, rasa keprihatinan dengan kondisi dakwah yang masih lemah menjadikan semangat untuk mengubah kearah yang lebih baik , maka dibutuhkan sentuhan sentuhan dakwah yang hangat untuk menciptakan generasi islam terbaik. KAMMI muncul sebagai salah satu organisasi atau wadah perjuangan mahasiswa muslim untuk berfastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan mengaktualisasikan diri sesuai dengan potensi diri masing-masing. Cintailah jalan ini karena kalau kita sudah cinta maka semua akan kita lakukan demi cinta dan akan terasa ringan jika kamu bekerja dengan rasa cinta, cintailah dakwah ini semoga Allah selalu menguatkan dan memudahkan langkah kita dalam berdakwah. Aamiin.

Sabtu, 19 Januari 2013

Profil KAKOM Ke-6





Senyum keikhlasan,
semangat kesungguhan,


 sebuah motto hidup diterapkan oleh pemuda bangsa ini yang sekarang menjabat sebagai Kakom (Ketua Komisariat) KAMMI IKIP PGRI Semarang periode 2012-2013 . Nama lengkapnya adalah Rianda Herlan Sapta Aji atau biasa dipanggil Rianda. Orang yang hobi berpetualang ini lahir di Pemalang, 6 juli 1991. Jurusan 
 Pendidikan Fisika angakatan 2009





Senin, 29 Oktober 2012

Profil Buletin 4


Eko Setyo Budi Utomo atau yang lebih akrab disapa Eko SBU  adalah salah satu kader KAMMI yang telah membuktikan kontribusi nyatanya dalam organisasi dan tentunya sebagai warga Negara Indonesia. Salah satunya beliau pernah mengikuti beberapa pelatihan kepemimpinan yang akhirnya mengantarkan beliau menjadi pemimpin di kampus ini.
Orang yang hobi rihlah (jalan-jalan) ini lahir di Demak, 27 Agustus 1990. Beliau  juga pernah  menjadi kadep kastrat dan  kadep kaderisasi di KAMMI komisariat IKIP. Eko SBU merasa bahwa Indonesia sedang rindu pemimpin yang peduli rakyatnya, menurutnya pemimpin adalah pelayan dan untuk membuktikan pernyataan itu beliau terinspirasi oleh kisah amirul mukminin ‘Umar r.a yang dengan penuh tanggung jawab dan  rasa bersalah memanggul karung gandum  dimalam hari untuk diberikan kepada salah satu rakyatnya yang kelaparan. Dari situlah untuk apa pemimpin harus dilatih, karena memilih pelatihpun haruslah orang yang telah terlatih.

Jumat, 20 Juli 2012

Wawancara_WAREK1






          Wakil Rektor I IKIP PGRI Semarang, nama lengkap beliau adalah Ngasbun Egar, M.Pd. Beliau lahir di Kendal, 13 April 1967. Menempuh Pendidikan  SD sampai SMP di Kendal selanjutnya SPG Negeri Semarang. S1 dan S2 Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP Negeri Semarang (UNNES) dan sekarang sedang melanjutkan S3 dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa di Universitas yang sama.
         Karakter Kepribadian sangat diperhatikan di IKIP PGRI dari awal  penyaringan mahasiswa baru, Tes akademik→TesPsikologi→wawancara layak/tidak layak menjadi calon guru.
                     Mendidik Karakter Kepribadian yang lebih dikenal dengan pendidikan karakter terdiri dari tiga aspek penerapan yaitu integrasi dengan mata kuliah yang di ampu dosen, terapkan aspek dalam kegiatan mahasiswa serta dalam kehidupan seluruh komponen kampus.
Dalam belajar jika memilih Sistem Kebut Semalam (SKS) untuk menghadapi UAS merupakan pilihan yang kurang tepat. Karena proses belajar membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan berlansung terus menerus. SKS hanya membuat kita tahu tanpa memahami semua komponen yang di ajarkan.
            Salah satu aspek pendidikan karakter mencakup kejujuran. Maka diharapkan ketika UAS pun kita mempraktekan aspek tersebut. Jujur dan percaya kemampuan diri sendiri.
Oval: 4            Pesan Pak Ngasbun untuk mahasiswa yang menghadapi UAS,”Persiapkan dengan baik dalam menghadai UAS. Tetapkan target tanpa memaksa diri dan niatkan dengan benar “. (Safrina,Hasmah)

Wawancara_REKTOR


Rektor IKIP PGRI Semarang, nama lengkap beliau adalah Muhdi, SH, M.Hum. Beliau lahir di Kebumen, 27 Januari 1962. Alamat rumah beliau di Jl. Tirto Mukti VIII / 1 RT. 01 / RW. 27 Pucang Gading. Beliau menempuh studi S1 di Unsoed Purwokerto dengan Jurusan Hukum, kemudian melanjutkan S2 di Undip Semarang jurusan yang sama. Kini beliau sedang melanjutkan studi S3 di UNS dengan jurusan Manajemen Pendidikan. Di IKKIP PGRSI Semarang, beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan PPKn, Ketua Jurusan PPKn, Pembantu Dekan III FPIPS, Pembantu Rektor I IKIP PGRI Sekarang, dan sebagai Rektor IKIP PGRI Semarang hingga sekarang.
Bapak Muhdi SH, M.HUM mempunyai banyak pengalaman dalam berorganisasi, ada beberapa Organisasi Ilmiah yang pernah beliau ikuti, diantaranya PGRI Provinsi Jateng, Sebid PGRI Cab. Khusus IKIP PGRI Semarang, Sekretaris LKBH PGRI Provinsi Jawa Tengah, Sekbid Advokasi PGRI Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Yayasan Danset Guru Jaten, Wakil Umum Majalah Derap, dan masih banyak lagi.
Sebagai mantan aktivis, beliau mempunyai sudut pandang sendiri dalam menanggapi organisasi. Menurut beliau pengaruh berorganisasi itu sangatlah  besar,  karena saat didunia kerja akan diukur melalui kompetensi yang didapat didalam organisasi. Diantaranya adalah kompetensi sosial dan kepribadian, itu semua tidak hanya di teorikan saja tetapi perlu dipraktikkan semua dalam khidupan sehari-hari. Namun hal itu dapat diperoleh diorganisasi, jika hal itu dicari setelah lulus akan terlambat. Peran EGM itu pastinya sebagai tempat pengkaderan, yaitu sarana proses kaderisasi. EGM juga berperan sebagai pembaharu tatanan sosial dan penggerak generasi muda
Sekarang ini ada organisasi yang banyak ditumpangi orang-orang yang berkepentingan lain, seperti ingin terkenal sehingga perjuangannya tidak kuat tidak seperti dulu, kami berjuang sambil belajar dengan fastabul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).
Beliau berharap kepada KAMMI agar tidak dijadikan alat politik  dan menjadi organisasi yang netral, berjuang dalam kebaikan umat dan berkomitmen pada perilaku yang baik (fastabiqul khoirot)  serta mampu  menjadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. ( Hendri, Aldin, Nuna)