DEPARTEMENT KASTRAT

Aksi Damai Pemilu 2014

DEPARTEMENT KASTRAT

PENGOBATAN GRATIS BERSAMA DPU-DT

DEPARTEMEN SOSIAL MASYARAKAT

Ngawul

DEPARTEMEN EKONOMI

ADIK-ADIK BINAAN DEPSOSMAS

ZONAMUSLIMNEGRAWAN

Tampilkan postingan dengan label RESENSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

Berani Muda Berani Luar Biasa


Saat pemuda yang lain tidur, maka ia bangun. Saat pemuda yang lain bermain-main, maka ia bekerja. Saat pemuda yang lain putus asa, maka ia bekerja. Saat pemuda yang lain mundur, maka akan ia tetap maju. Saat pemuda yang lain diam, ia tetap bergerak. Ia adalah sosok pemuda yang luar biasa. Dan saya yakin bahwa itulah ANDA. Seorang pemuda yang luar biasa, berusaha dan bekerja diatas standar orang rata-rata.
Sahabat, untuk menjadi seorang pemuda yang luar biasa, kita harus melakukan hal yang berbeda dengan pemuda yang lain. Saat pemuda yang lain tidur 8 jam sehari, mungkin bagi seorang pemuda yang luar biasa, ai hanya tidur 4 jam sehari. Saat pemuda yang lain bekerja 8 jam sehari, bagi seorang pemuda yang luar biasa, ia bekerja 12 jam sehari. Saat pemuda yang lain membaca Al-Qur’an 1 Juz perhari, bagi seorang pemuda yang luar biasa bisa jadi dia membaca Al-Qur’an 3 juz perhari.
Itulah salah satu contoh pemuda yang luar biasa. Nah, sekarang bagaimana dengan ANDA?, apakah ANDA ingin jadi pemuda biasa-biasa saja? Atau ingin menjadi pemuda yang luar biasa? Jujur saya katakan kepada ANDA jika hanya menginginkan untuk menjadi pemuda biasa-biasa saja, seperti contoh-contoh diatas, maka bersiap-siaplah ANDA ditendang Jaman.

Selasa, 31 Juli 2012

Mencetak Kader Menggapai Kemenangan


Wahai Ikhwah yang mencintai dakwah ini...
Sesungguhnya inti kekuatan dakwah kita ada pada pembinaan atau tarbiyah. Tarbiyah dengan wadah utamanya berupa halaqoh,usrah,liqo,pengajian kelompok atau apapun namanya, telah  menghasilkan kader-kader dakwah yang tangguh (syakhsiyyah da’iyyah) selama ini. Kader-kader dakwah itulah yang telah menyebarkan dakwah ke seantero tempat.
Pada hakikatnya penyebaran dakwah adalah penyebaran tarbiyah. Tanpa tarbiyah, penyebaran dakwah akan berlangsung temporer dan sporalis. Tidak dapat berlanggeng dan sistemik. Hasan al-banna telah mewasiatkan kepada kita tentang pentingnya tarbiyah sebagai inti kekuatan dakwah, “ Islam sangat menganjurkan agar para pemeluknya membentuk kelompok-kelompok bernuansa kekeluargaan (usrah)  agar bertujuan mengerahkan mereka untuk mencapai tingkat keteladanan, mengokohkan persatuan, dan mengangkat konsep pesaudaraan diantara mereka dari tataran kata-kata dan teori menuju kerja dan operasional yang konkret. Oleh karenanya, bersungguh-sungguhlah engkau wahai saudaraku menjadi bata-bata yang baik untuk Islam ini.

Di era terbukanya berbagai peluang saat ini (terutama peluang politik dan kekuasaan) kita tidak boleh menggeser prioritas tarbiyah sebagai inti kekuatan dakhwah kepada prioritas politik. Tarbiyah harus tetap menjadi prioritas pertama dalam jadwal kegiatan kita. Jangan gara-gara kesibukan kita dalam dakwah ammah atau dalam dakwh profesi, kita mengesampingkan perhatian (ihtimam) kita terhadap tarbiyah. Syeikh Musthafa Mansyur telah mengingatkan kepada kita, “ Jangan sampaiperhatian kita kepada politik mengalahkan perhatian kita kepada tarbiyah”.
Hal itu karena tarbiyah merupakan ruh energi kita. Darah dari gerakan kita. Tarbiyah adalah cahaya diatas cahaya. Kekuatan diatas kekuatan. Sekali saja kita menggeser tarbiyah menjadi kegiatan sekunder, maka saat itu juga dakwah kehilangan kekuatannya. Ini adalah prinsip. Ini adalah bukti tak terbantahkan dalam sejarah panjang berbagai gerakan islam diseluruh dunia. Ini adalah wasiat guru-guru kita, pemikir ( mufakir ) dakwah, seperti Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna, Hasan Al-Hudaibi, Umar Tilmitsani, Musthafa  Masyur, Abdullah Nashih Ulwan, Fathi Yakan, Sheikh Ahmad Yasin, Abdullah Azzam, Yusuf Al-Qardhawi dan lain-.lain
Cukuplah disini apa yang dikatakan Dr. Ali abdul Halim Mahmud tentang kedudukan tarbiyah setelah berdiri Daulah Islamiyah , “ misalnya saja pemerintahan Islam telah tegak dan dapat menguasai sistem pengajaran dan media informasi. Namun ingatlah bahwa keduanya tidak akan mampu mentarbiyah anggotanya. Tarbiyah yang integral, yang menanankan dalam jiwa sifat keutamaan, kesungguhan dan kepekaan terhadap tanggung jawab memang berhubungan erat dengan proses pengajaran dan media informasi. Akan tetapi, hanya halaqah / usrah beserta sistemnya yang dapat mentarbiyah anggota dengan tarbiyah islamiyah sesuai dengan harapan. “ setelah berdiri pemerintahan islam saja kita tidak boleh mengesampingkan tarbiyah, terlebih lagi jika kita baru memperoleh kemenangan sedikit dari perjuangan panjang menegakkan Daulah dan Khilafah Islamiyah.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya mutu gerakan islam sejajar dengan mutu tarbiyah yang dilakukanya. Ketika mutu tarbiyah rendah, maka rendah pulalah kualitas gerakan islam tersebut. Ketika mutu tarbiyah tinggi, maka tinggi pulalah kualitas gerakan Islam tersebut. Syeikh Musthafa  Masyhur menasihatkan kepada kita, “ berbagai peristiwa dan perjalanan tarbiyah menjadi penentu bagi kadar kemurnian,kesinambungan dan perkembangan harakah. Ia juga menjadi ukuran bagi sejauh mana keterpaduan diantara anggota-anggotanya, persatuan shafnya, kerja samanya, kinerjanya serta produktivitas dan efektivitas potensi yang dicurahkan, harta yang di infakkan dan waktu yang dihabiskan. Sebaliknya bila aspek tarbiyah ditelantarkan atau  kurang mendapat perhatian, maka akan nampak kelemahan dan keguncangan dalam barisan, muncul benih-benih permusuhan dan perpecahan, kinerja semakin melemah dan produktivitas semakin menurun.”
Karena itu, wahai ikhwah...
Perhatian (ihtimam) kita terhadap tarbiyah harus lebih besar dari perhatian kita terhadap hal-lainnya. Memang tarbiyah bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari tarbiyah........halaman 36-39_Beginilah Seharusnya Aktivis Dakwah_Satria Hadi Lubis__(Dept HUMAS)

Rabu, 06 Juni 2012

Resensi


Beginilah
Jalan Da’wah
Mengajarkan Kami


            Suatu kebahagiaan yang luar biasa apabila kita bisa merasakan nikmatnya kebersamaan di jalan – Nya. Patutlah, jika seseorang merasakan kebahagiaan dan kebanggaan karena Allah telah memilihnya berada di jalan ini. Kenikmatan berjama’ah. Sungguh kenikmatan yang begitu istimewa. Itu merupakan suatu kenikmatan setelah kita menerima kenikmatan berupa keimanan kepada Allah SWT.

Selasa, 22 Mei 2012

Resume Buku



Dari Gerakan ke Negara
( M Anis Matta)


Sebuah rekontruksi negara Madinah yang dibangun dari bahan dasar sebuah gerakan.
Sebuah episode baru dalam sejarah dimulai, sebuah gerakan telah berkembang menjadi sebuah negara dan sebuah negara telah bergerak menuju peradabannya,sebuah agama telah menemukan “orang-orangnya”, setelah itu mereka akan menancapkan “bangunan peradaban” mereka. Tanah, dalam agama ini, adalah persoalan kedua. Tanah hanya akan menjadi penting ketika komunitas “manusia baru” telah terbentuk dan membutuhkan wilayah territorial untuk bergerak secara kolektif, legal, dan di akui sebagai entitas sebuah politik. Hijrah dalam sejarah da’wah Rasulullah saw., adalah sebuah metamorfosis dari “gerakan” menjadi negara. Dengan hijrah, gerakan itu “menegara” dan madinah menjadi wilayahnya. Allah SWT menurunkan perangkat sistem yang dibutuhkan maka turunlah ayat-ayat hukum dan berbagai kode etik sosial, ekonomi, politik dan keamanan lainnya. Dan lengkaplai susunan kandungan sebuah negara: manusia,tanah dan sistem.

Resensi Buku


MENIKMATI DEMOKRASI
(Muhammad Anis Matta)

Demokrasi,satu pranata yang telah banyak menyihir dunia. Kebebasan adalah  paling sentral dalam demokrasi. Diskursus seputar demokrasi, masih tetap hangat, terlebih kalangan gerakan islam. Ada dua sikap ekstrim tentang demokrasi, ada yang begitu memujanya sebagaimana pernyataan Francis Fukuyama dalam bukunya “The End of History”, tetapi di sisi lain ada yang memandang sistem ini sebagai penyebab hancurnya sistem kemanusiaan, keluar dari nash-nash Qur’an, dan lain sebagainya. Bagaimana bersikap terhadap fenomena demokrasi ini?
Anis matta dengan ide briliannya memberikan inspirasi terutama bagi para pegiat harakah islamiyah agar tidak bersikap ekstrim : terlalu mendewakan ataupun antipati menolaknya. Ide-ide besar anis matta, merupakan refleksi dari terminology Sayyid Quthub, yakhtalituuna walakin yatamayyazuun (bergaul dan bercampur dengan masyarakat tapi tidak terlarut di dalamnya)

Senin, 19 Maret 2012

MENGAPA AKU MENCINTAI KAMMI


  Namaku KAMMI. Orang-orang juga memanggilku demikian, lebih praktis dibanding melafalkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Kalau engkau teringat sesuatu begitu memanggilku, tentulah sebuah akronim KAMI yang mencatat prestasi besar (dan akhirnya kelam?) sebuah jaringan gerakan mahasiswa Indonesia dalam rentang sejarah Indonesia `66-an. Konon, atas alasan citra historis itulah founding fathers-ku mengambil nama itu, dan atas alasan ideologis menambah tasydid pada mim hingga KAMMI-lah namaku.