DEPARTEMENT KASTRAT

Aksi Damai Pemilu 2014

DEPARTEMENT KASTRAT

PENGOBATAN GRATIS BERSAMA DPU-DT

DEPARTEMEN SOSIAL MASYARAKAT

Ngawul

DEPARTEMEN EKONOMI

ADIK-ADIK BINAAN DEPSOSMAS

ZONAMUSLIMNEGRAWAN

Tampilkan postingan dengan label ZonaMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ZonaMN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2014

Landasan Semangat Pergerakan KAMMI

    Semangat pergerakan KAMMI pada tahun 1998,telah menorehkan tinta emas didalam kamus sejarah bangsa indonesia. Ditengah semrawutnya perpolitikan pada waktu itu,ditengah ketidak percayaanyang semakin memuncak terhadap penguasa yang dzalim secara posisi strategis KAMMI menjadi icon gerakan yang mampu mendobrak kebekuan,yang mampu menaklukan ketakutan menjadi sebuah keberanian.Kini sudah enam belas tahun silam KAMMI terlahir ke pentas pergerakan mahasiswa,berawal dari sebuah pergerakan mahasiswa,berasal dari sebuah gerakan Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Tepatnya pada tanggal 29 Maret 1998 di Malang yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
     Tentu ini menjadi sebuah referensi gerakan KAMMI masa kini,kalau dulu gerakannya begitu sangat terlihat dengan sebuah "Aksi Jalanan" yang heroik sampai menurunkan soeharto turun dari singgasananya tentunya tanpa mengesampingkan organisasi mahasiswa yang lain. Hari ini KAMMI ingin memastikan bahwa KAMMI hadir sebagai gerakan baru sebagai perekat dan pemersatu sebuah keragaman serta sebagai icon penggerak yang siap memberikan tawaran solusi untuk perbaikan bangsa dan kita persemabahkan hanya untuk Allah SWT. Semangat ini akan terus berkorbar, potensi yang ada di KAMMI akan terus dioptimalkan. KAMMI pun tidak akan menutup mata dan telinga terhadap realitas bangsa saat ini.
        Tentu ada dua hal yang membuat KAMMI akan terus bertahan sampai sejauh ini pertama adalah sebuah harapan serta optimisme yang dibangun berdasarkan aspek ruhiyah yang tak pernah kering. Kita dapat ambil contoh didalam medan badar meskipun jumlah musuh kekuatannya tiga kali lipat lebih besar namun Allah SWT memenangkan tentara islam. Al Imam Hasan Albana mendiskripsikan kader-kader berkualitas itu laksana rahib (ahli ibadah) dimalam hari dan seperti penunggang kuda disiang hari artinya adalah frekuensi gerakan ini harus seimbang dengan kualitas ruhiayah. Yang kedua totalitas manajemen, sebuah keutuhan komitmen didalam memposisikan diri,bahwa sebuah organisai manapun harus bertumpu pada sebuah keutuhan komitmen. Khususnya KAMMI ini berbicara mengenai keutuhan komitmen ini AsySyahid Hasan Albana,mengatakan "iman tidak akan mempunyai arti bila tidak disertai amal. Aqidah tidak akan memberi manfaat bila tidak mendorong penganutnya untuk berbuat dan berkorban demi menjelmakannya menjadi kenyataan".
          Keyakinan inilah yang perlu kita tumbuh dan kembangkan kedalam setiap diri masing-masing, KAMMI diisi oleh anak muda yang punya energi yang jauh lebih besar,punya gagasan yang jauh lebih hebat. Dari situlah kader KAMMI harus bisa memecahkan mitos ketidak mungkinan atau ketidak berdayaan menjadi pasti bisa dan berdaya! Saya percaya KAMMI punya suplemen itu semua asalkan kita terus mayakini bahwa kejayaan sebuah perjalanan sejarah hidup kita harus dilandasi dengan semangat keikhlasan! Mari Beramal Nyata...

SALAM MUSLIM NEGARAWAN

Apri Supriyanto (Ketua Komisariat IKIP PGRI Semarang 2014/2015)

Selasa, 07 Mei 2013

PERJUANGAN KAMMI MASIH PANJANG

Mahasiswa pada saat ini merupakan harapan terbesar bagi masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat terutama sebagai perubahan di masyarakat. Salah satu peran dari mahasiswa directur of Change” yang berperan sebagai pengendali perubahan pada zamannya. untuk membangun kampus. Keterlibatan mahasiswa dalam setiap perubahan tatanan kenegaraan selama ini sudah menjadi jargon dan pilar utama terjaminnya sebuah tatanan kenegaraan yang demokratis. Mahasiswa yang aktif ber-organisasi secara konsisten semata-mata memiliki pemahaman bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan sebuah sarana yang efektif  dalam meng-kader dirinya sendiri untuk ke depan. Sebagian di antaranya masih mempunyai keyakinan pandangan bahwa kampus merupakan tempat menimba ilmu yang tidak terbatas hanya pada teoritis semata.
Dengan bergabung aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang bersifat intra ataupun eksra kampus berefek kepada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara berpikir, pengetahuan dan ilmu-ilmu sosialisasi, kepemimpinan serta menajemen kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan dalam kurikulum normatif Perguruan Tinggi.
KAMMI sebagai salah satu EGM di kampus IKIP PGRI Semarang. KAMMI sebagai wajihah (organisasi) kampus yang independen yang mampu mengkreasikan ideologi dan realita sehingga mampu memberi warna pada setiap sisi kehidupan kampus melalui aksi kritis, solutif, positif, kontributif dan progressif. KAMMI harus bisa menempatkan perannya dan memaksimalkan peluang yang ada, dimana peran KAMMI sebagaimana peran mahasiswa yaitu director of change. KAMMI berupaya mengawal pergerakan mahasiswa agar tetap pada jalur ideologi, kritis, solutif dan progressif terhadap permasalahan di lingkungan kampus, mewarnai kehidupan kampus dengan menebar manfaat dari kompetensi yang dimiliki kader-kadernya. KAMMI itu independen seperti yang tertuang dalam Kredo Gerakan “Kami adalah orang-orang yang berpikir dan berkehendak merdeka…..”. Tak mudah memang tapi kami yakin perjuangan ini akan kami teruskan dan kami wariskan kepada generasi yang mencinta um’ah dan bersama dalam dakwah ini. Perjuangan ini masih panjang, banyak rintangan yakin Allah bersama kita dengan dakwa yang tulus. Ketika leleh
Saya yakin dan percaya jika semakin banyak jumlah kader muda  yang kita rekrut semakin meluas penyebaran nilai-nilai syiar dan kebaikan yang bertebar dikampus ini dan negri kita Indoneia Amin. KAMMI harus menangkap peluang, semangat, dengan strategi baru, dan Semoga KAMMI bisa lebih dikenal oleh orang banyak, lebih bersahabat lagi dan tetap optimis.
Lilikayani Toatubun
(Kadep. Humas)

Minggu, 05 Mei 2013

KARAKTER KAMMI DI BALIK KAPASITAS PERGERAKANNYA



           

Dari gerakan ke Negara, itulah sebuah buku yang menginspirasi saya dalam menulis hal ini. Buku karya Ustad Anis Matta yang sekarang menjabat sebagai Presiden PKS ini, Kita lihat flashback bentuk berdirinya suatu Negara. Tentunya suatu Negara itu bisa terbentuk melewati suatu tahapan  sehingga menghasilkan sebuah bangunan yang kuat. Tahapan yang meliputi tanah, manusia dan system itu benar-benar mendominasi kuatnya suatu pergerakan dan pengembangan Negara tersebut. Nah, sekarang jika kita lihat suatu Negara yang ingin kokoh dengan infrastruktur maupun suprastruktur yang jelas dan baik perlu membutuhkan suatu perencanaan yang detail. Ketika kita mengerti hal seperti itu, kita berfikir mengenai organisasi KAMMI.
Bagaimanapun kita lihat gambaran pastinya suatu organisasi hidup dengan tahap yang sama ibarat berdirinya Negara tersebut. Dan munculnya organisasi KAMMI yang mana kini di dalamnya sudah tertata dan lengkap dengan ideologinya.  Kita lihat namanya “Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia” yang identik dengan Elemen gerakan berbasis Mahasiswa muslim. Sudah pasti kadernya adalah mahasiswa muslim dengan segala bentuk ide pikiran, kepentingan, serta strategi yang dipertemukan agar lebih sinergi. Layaknya kelompok gerakan dakwah islam yang sinergi akan lebih maju lewat suatu pengembangan kapasitas internal gerakannya.
Adapun karakter yang memang dimiliki oleh seorang kader tidak luput juga dari tahap yang sekiranya akan mengantar kader pada suatu kemandirian berorganisasi eksternal seperti di KAMMI. Maka dari itu perlulah yang pertama yaitu mengenali diri. Bentuk dan karakter ini memang perlu pengelolaan yang matang. Bisa jadi dari banyak mahasiswa umum yang menggambarkan ketidakmungkinan dalam aktivitas di usianya yang + 20 tahun sebagai mahasiswa. Tetapi kader KAMMI tidak ada kata itu, semua adalah “mungkin” saat percaya dengan kemampuan, pada saat yang sama ia sukses mengemban amanah pergerakan di mana pun ia diamanahkan baik  sebagai kaderisasi, kebijakan strategis, humas, sosmas,ekonomi  bahkan sebagai pemimpin pergerakannya. Be potive thinking kepada dirinya sebagai teladan terbaik, menyetting diri dan bergerak dengan perencanaan yang matang.
Kedua adalah melalui kampus yang mana rumah kedua bagi mahasiswa untuk mengembngkan kompetensi akademikanya. Dari kampuslah keluar berbagai kebijakan yang sedikit banyak berpengaruh pada kehidupan civitas akademika dan bermunculan berbagai dialektika pemikiran. Di kampus juga berkembang berbagai aliran dan kelompok. Kader KAMMI harus memiliki perencanaan diri kapan memimpin kelas, jurusan, fakultas, kampus, dan aliansi antar kampus satu dengan yang lain.
Ketiga adalah Negara yang akan membuat mahasiswa selalu memberikan tanggapan  positive dan negative atas kebijakan yang ditetapkan. Toh bagi kita medan ini merupakan medan pemikiran kritis kader KAMMI terhadap apapun yang dilakukan oleh negara. Karena itu negara patut diawasi. Dan pihak-pihak  yang berkepentingan agar masa kini dan masa depan negara dalam keadaan baik, harus terlibat dalam menyukseskan terselenggaranya kebijakan negara yang positif dan pro rakyat. Gerakan mahasiswa harus berkolaborasi dengan berbagai elemen yang memiliki satu tujuan kebaikan bangsanya. Kolaborasi ini berupa strategis dan taktik. Kajian strategis harus dilakukan secara intensif demikian manuver politik dan media penting dilakukan dalam rangka berkontribusi dan membangun keseimbangan bernegara. Dan itulah yang memang akan menjadikan kader KAMMI harus ekstra melakukan kontribusi dalam perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.
            
Maknunah Bendum

 

KAMMI adalah jiwaku


            
            Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia adalah organisasi pergerakan untuk mahasiswa muslim di tanah air, namun telah menyebar eksistensinya di luar negeri pula. Organisasi ini bergerak di bidang politik ekstra parlementer dan tidak terikat oleh parpol manapun, bersifat independen.
            Manhaj sebagai kurikulum dalam melangkah semakin memperjelas kemana langkah Kammi akan berlabuh. Cita-cita masyarakat yang islami dari individu dan keluarga islami adalah misi besar yang sedang dilaksanakan. Tentu tugas berat ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, hanya orang-orang tertentu yang dapat melakukannya dan hal ini memang tidak dapat dilakukan oleh seorang diri, melainkan dari satu kelompok yang menyebar eksistensinya ke berbagai sektor. Tentunya semua ini membutuhkan persiapan yang matang lagi panjang dan sistem yang baik dan tertata rapi agar semua berjalan struktural.
            Individu adalah kunci utama menuju perubahan dunia, seperti kata pepatah, jika kau ingin merubah dunia, maka rubahlah dirimu. Sebuah kalimat yang sangat memotivasi untuk dijalani. Sistem yang dijalankan dengan baik itu telah menghasilkan pribadi individu yang kuat serta jiwa dan sikap yang berprinsip. Jiwa adalah aura dari prinsip yang telah tertanam, yaitu hasil dari latihan yang panjang dan konsisten, bukan instan.
            Kemenangan islam adalah jiwa perjuangan Kammi, prinsip inilah yang jika telah tertanam pada diri seseorang akan memotivasinya untuk berbuat segala sesuatu hanya untuk islam. Kebathilan adalah musuh abadi Kammi, memang nahi mungkar itu lebih berat dibanding ‘amar ma’ruf. Tetapi itulah yang menjadi bentuk gerak setiap organisasi islam. Solusi islam adalah tawaran perjuangan Kammi. Ini  menuntut setiap muslim untuk memperlajari islam dengan lebih dalam agar dapat mengamalkan nilai-nilai islam dalam kehidupan bermasyarakat, karena dalam memecahkan masalah membutuhkan solusi yang baik, nah islam itu sendiri adalah sebaik-baik sistem (karena mencakup segala aspek kehidupan), jadi alangkah baiknya pemahaman islam yang kita punya selalu diwacanakan dalam segala hal untuk mengislamisasikan lingkungan kita. lebih tepatnya, apapun masalahnya, maka kembalikan pada alqur’an dan as-sunnah sesuai sabda rosul.
            Perbaikan adalah tradisi perjuangan Kammi. Kesalahan adalah perbuatan wajar yang selalu dilakukan manusia, karena tiada manusia tanpa melakukan kesalahan walaupun kecil. Hal ini untuk menunjukkan bahwa manusia tidak layak untuk dipertuhan karena memiliki banyak kekurangan, sedangkan kesempurnaan adalah sifat yang hanya dimiliki Rabb semesta alam, jadi jika ada yang mengaku diri sebagai tuhan atau menunjukkan ada Illah selain Allah, maka mereka telah gugur dalam menyandang status sebagai tuhan, karena kekurangan mereka akan sangat jelas terlihat. Sebaik-baik kesalahan adalah yang diperbaiki, jadi kesalah yang kita buat bukan semata-mata kita adalah makhluk yang tidak berguna, namun lebih kepada pembelajaran, karena kami memandang bahwa kehidupan adalah tempat untuk belajar, jadi sangat wajar bila ada kesalahan kemudian diperbaiki, dan disitulah manusia mendapatkan hikmah dan pelajaran.
            Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan Kammi. Pengaruh orang besar itu berbeda dengan yang lain, artinya jika seseorang adalah orang besar, maka segala aspek yang keluar pada dirinya akan benar-benar mempengaruhi dunia. Disinilah kenapa kita perlu berpolitik untuk mendapatkan kekuasaan, karena bukan sekedar kekuasaannya yang didapat, namun agar dapat memberikan dampak kebaikan yang lebih besar pada kehidupan. Karena peran Kammi yaitu mengajak kebaikan. Penguasaan sistem itulah yang perlu didapatkan, karena itulah settingan dari setiap kelompok, jika kita adalah progammernya (dengan kesilaman dan keintelektualan yang baik) maka bukan tidak mungkin kejayaan islam akan perlahan kembali terwujud. Pada prinspinya, siapapun orangnya bila ia menjadi tokoh akan menjadi panutan, apabila kita dapat memanfaatkan hal ini, maka akan meminimalisir keburukan yang ada dan dapat menyebarkan manfaat, insya Allah.
            Persaudaraan adalah watak perjuangan Kammi. Hidup berjama’ah itu wajib, tidak diragukan lagi bahwa manusia itu saling membutuhkan, karena manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial. Sudah sewajarnya kita menjalin hubungan yang baik antar sesama manusia, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain (hadits nabi), bukan hobi mengambil manfaat dari saudaranya tanpa pernah memberikan manfaat kepada yang lain, tetapi berusaha menjadi yang bermanfaat dalam kehidupan.
Jadi, jiwa adalah aura dari prinsip yang telah ditegakkan dengan konsisten, dan itulah yang membuat kita berwibawa, disegani dan diperhitungkan. Selayaknya setiap muslim memiliki ciri khasnya dalam bergerak agar dapat mempengaruhi lingkungan dengan kebaikan. Bukan dimana kita berada, tetapi sebagai apa kita disana. Wallohu a’lam.

Aldin Ramadani Kakom

Jumat, 11 Januari 2013

MENCARI IDENTITAS PERJUANGAN MAHASISWA: “MENGAPA HARUS KAMMI ?”


Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang memiliki ideologi dan cita yang tinggi. Namun, mahasiswa dapat dikatakan kaum yang masih mencari jati dirinya. Itu terlihat dari konsistensinya dalam  ideologi dan cita yang suatu waktu dapat berubah. Adanya dinamisasi lingkungan sekitarnya terutama lingkungan kampus menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Mahasiswa dalam definisi ideal seperti disebutkan diawal, hanya sedikit saja dari keseluruhan mahasiswa dalam suatu kampus. Kebanyakan mahasiswa cenderung apatis, melupakan bagian ideologinya dan memfokuskan pada citanya saja. Pada sebagian lain, ada yang lebih ekstrim yaitu melupakan bagian ideologi dan cita yang kemudian hanya kesenangan sesaat yang ingin diperoleh (keluar dari fitrah seorang mahasiswa).

Selasa, 27 November 2012

Menjadi Generasi Muslim Negarawan: Tawaran KAMMI Untuk Perbaikan Negeri Di Momentum Pahlawan


 
Sebagai kader KAMMI atau simpatisan KAMMI, kiranya tak asing lagi dengan istilah Muslim Negarawan. Muslim Negarawan identik dengan kader KAMMI, yang mana tulisan tersebut disematkan pada jaket KAMMI. Lalu apa makna dari Muslim Negarawan itu?
Secara bahasa, Muslim Negarawan merupakan frase yang terdiri dari kata Muslim dan Negarawan. Dua kata ini bermakna netral yakni, muslim, merujuk pada manusia yang beragama Islam dan negarawan merujuk pada kualitas pemimpin puncak sebuah Negara. Sedangkan secara istilah, Muslim Negarawan adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, idealis dan konsisten, berkontribusi pada pemecahan

Senin, 29 Oktober 2012

Inilah Dia… Pelatihan Kepemimpinan dan Kepemudaan 1



Pada setiap individu ada keinginan untuk lebih baik dari yang lain. Berbagai cara diupayakan untuk menjadi kenyataan. Ada yang belajar secara otodidak maupun memanfaatkan sarana pelatihan keilmuan yang ada.
Belajar adalah proses untuk mengadakan perubahan, dari yang belum bisa menjadi bisa, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham. Strategi belajar masing-masing orang berbeda, sesuai dengan tipe belajarnya (audio, visual atau kinestetik).
Dalam meraih impiannya, banyak individu berani mengorbankan harta, waktu, tenaga dan pikirannya. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari orang di sekeliling kita. Tentang kesungguhan, kerja keras dan optimisme dalam perjuangan meraih apa yang diimpikan. Dari mereka ada yang berakhir manis, dan ada juga yang berakhir tragis. Semua bergantung kepada konsistensi dan proses yang dijalani.