DEPARTEMENT KASTRAT

Aksi Damai Pemilu 2014

DEPARTEMENT KASTRAT

PENGOBATAN GRATIS BERSAMA DPU-DT

DEPARTEMEN SOSIAL MASYARAKAT

Ngawul

DEPARTEMEN EKONOMI

ADIK-ADIK BINAAN DEPSOSMAS

ZONAMUSLIMNEGRAWAN

Selasa, 31 Juli 2012

Mencetak Kader Menggapai Kemenangan


Wahai Ikhwah yang mencintai dakwah ini...
Sesungguhnya inti kekuatan dakwah kita ada pada pembinaan atau tarbiyah. Tarbiyah dengan wadah utamanya berupa halaqoh,usrah,liqo,pengajian kelompok atau apapun namanya, telah  menghasilkan kader-kader dakwah yang tangguh (syakhsiyyah da’iyyah) selama ini. Kader-kader dakwah itulah yang telah menyebarkan dakwah ke seantero tempat.
Pada hakikatnya penyebaran dakwah adalah penyebaran tarbiyah. Tanpa tarbiyah, penyebaran dakwah akan berlangsung temporer dan sporalis. Tidak dapat berlanggeng dan sistemik. Hasan al-banna telah mewasiatkan kepada kita tentang pentingnya tarbiyah sebagai inti kekuatan dakwah, “ Islam sangat menganjurkan agar para pemeluknya membentuk kelompok-kelompok bernuansa kekeluargaan (usrah)  agar bertujuan mengerahkan mereka untuk mencapai tingkat keteladanan, mengokohkan persatuan, dan mengangkat konsep pesaudaraan diantara mereka dari tataran kata-kata dan teori menuju kerja dan operasional yang konkret. Oleh karenanya, bersungguh-sungguhlah engkau wahai saudaraku menjadi bata-bata yang baik untuk Islam ini.

Di era terbukanya berbagai peluang saat ini (terutama peluang politik dan kekuasaan) kita tidak boleh menggeser prioritas tarbiyah sebagai inti kekuatan dakhwah kepada prioritas politik. Tarbiyah harus tetap menjadi prioritas pertama dalam jadwal kegiatan kita. Jangan gara-gara kesibukan kita dalam dakwah ammah atau dalam dakwh profesi, kita mengesampingkan perhatian (ihtimam) kita terhadap tarbiyah. Syeikh Musthafa Mansyur telah mengingatkan kepada kita, “ Jangan sampaiperhatian kita kepada politik mengalahkan perhatian kita kepada tarbiyah”.
Hal itu karena tarbiyah merupakan ruh energi kita. Darah dari gerakan kita. Tarbiyah adalah cahaya diatas cahaya. Kekuatan diatas kekuatan. Sekali saja kita menggeser tarbiyah menjadi kegiatan sekunder, maka saat itu juga dakwah kehilangan kekuatannya. Ini adalah prinsip. Ini adalah bukti tak terbantahkan dalam sejarah panjang berbagai gerakan islam diseluruh dunia. Ini adalah wasiat guru-guru kita, pemikir ( mufakir ) dakwah, seperti Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna, Hasan Al-Hudaibi, Umar Tilmitsani, Musthafa  Masyur, Abdullah Nashih Ulwan, Fathi Yakan, Sheikh Ahmad Yasin, Abdullah Azzam, Yusuf Al-Qardhawi dan lain-.lain
Cukuplah disini apa yang dikatakan Dr. Ali abdul Halim Mahmud tentang kedudukan tarbiyah setelah berdiri Daulah Islamiyah , “ misalnya saja pemerintahan Islam telah tegak dan dapat menguasai sistem pengajaran dan media informasi. Namun ingatlah bahwa keduanya tidak akan mampu mentarbiyah anggotanya. Tarbiyah yang integral, yang menanankan dalam jiwa sifat keutamaan, kesungguhan dan kepekaan terhadap tanggung jawab memang berhubungan erat dengan proses pengajaran dan media informasi. Akan tetapi, hanya halaqah / usrah beserta sistemnya yang dapat mentarbiyah anggota dengan tarbiyah islamiyah sesuai dengan harapan. “ setelah berdiri pemerintahan islam saja kita tidak boleh mengesampingkan tarbiyah, terlebih lagi jika kita baru memperoleh kemenangan sedikit dari perjuangan panjang menegakkan Daulah dan Khilafah Islamiyah.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya mutu gerakan islam sejajar dengan mutu tarbiyah yang dilakukanya. Ketika mutu tarbiyah rendah, maka rendah pulalah kualitas gerakan islam tersebut. Ketika mutu tarbiyah tinggi, maka tinggi pulalah kualitas gerakan Islam tersebut. Syeikh Musthafa  Masyhur menasihatkan kepada kita, “ berbagai peristiwa dan perjalanan tarbiyah menjadi penentu bagi kadar kemurnian,kesinambungan dan perkembangan harakah. Ia juga menjadi ukuran bagi sejauh mana keterpaduan diantara anggota-anggotanya, persatuan shafnya, kerja samanya, kinerjanya serta produktivitas dan efektivitas potensi yang dicurahkan, harta yang di infakkan dan waktu yang dihabiskan. Sebaliknya bila aspek tarbiyah ditelantarkan atau  kurang mendapat perhatian, maka akan nampak kelemahan dan keguncangan dalam barisan, muncul benih-benih permusuhan dan perpecahan, kinerja semakin melemah dan produktivitas semakin menurun.”
Karena itu, wahai ikhwah...
Perhatian (ihtimam) kita terhadap tarbiyah harus lebih besar dari perhatian kita terhadap hal-lainnya. Memang tarbiyah bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari tarbiyah........halaman 36-39_Beginilah Seharusnya Aktivis Dakwah_Satria Hadi Lubis__(Dept HUMAS)

SPESIAL dari MPK : LOMBA

INFO :
Dibuka Lomba untuk seluruh kader Kammi Ikip Pgri Semarang angkatan 2009-2011..yaitu lomba:
1. Membuat grand desain kammi sambut Mahasiswa Baru
2. Membuat cerpen dengang tema "aku dan kammi" dengan bahasa semenarik mungkin (bahasa dapat diterima semua kalangan) maksimal 6 halaman.
Masing-masing lomba di cari 1 yang terbaik dan semua karya yang dikirimkan akan menjadi hak penyelenggara
Catatan :
karya yang dikirimkan harus original belum pernah di ikutkan lomba ataupun dipublikasikan....
hadiah berupa buku Islam Liberal 101 (Lomba membuat Grand desain sambut MABA)
buku wasiat Qur'ani aktivis harakah (hasan albana) untuk lomba cerpen.
kirimkan karya teman2 ke dwis.susanp@yahoo.co.id
More info Dwi Susanti Susant (085643113633)
#MPK (Majelis Permusyawaratan Komisariat)

Sabtu, 21 Juli 2012

Agenda Ramadhan


OLIMPIADE RAMADHAN

Keterangan:
1. Dalam Olimpiade Ramadhan, seluruh komisariat di bawah KAMMI Daerah Semarang akan memperebutkan Piala  bergilir 
 2. Olimpiade Ramadhan ini akan menjadi agenda tetap KAMMI se-Semarang sebagai ajang bagi komisariat dalam hal pencapaian IJDK
3.  Tuan rumah Olimpiade Ramadhan akan digilir diantara Komisariat
4. Komisariat mengirimkan nama peserta yang didelegasikan untuk tiap lomba secara kolektif via sms ke no 085 641 550 443 (Danir), paling lambat tanggal 24 Juli 2012 dengan ketentuan:

Jumat, 20 Juli 2012

Wawancara_WAREK1






          Wakil Rektor I IKIP PGRI Semarang, nama lengkap beliau adalah Ngasbun Egar, M.Pd. Beliau lahir di Kendal, 13 April 1967. Menempuh Pendidikan  SD sampai SMP di Kendal selanjutnya SPG Negeri Semarang. S1 dan S2 Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP Negeri Semarang (UNNES) dan sekarang sedang melanjutkan S3 dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa di Universitas yang sama.
         Karakter Kepribadian sangat diperhatikan di IKIP PGRI dari awal  penyaringan mahasiswa baru, Tes akademik→TesPsikologi→wawancara layak/tidak layak menjadi calon guru.
                     Mendidik Karakter Kepribadian yang lebih dikenal dengan pendidikan karakter terdiri dari tiga aspek penerapan yaitu integrasi dengan mata kuliah yang di ampu dosen, terapkan aspek dalam kegiatan mahasiswa serta dalam kehidupan seluruh komponen kampus.
Dalam belajar jika memilih Sistem Kebut Semalam (SKS) untuk menghadapi UAS merupakan pilihan yang kurang tepat. Karena proses belajar membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan berlansung terus menerus. SKS hanya membuat kita tahu tanpa memahami semua komponen yang di ajarkan.
            Salah satu aspek pendidikan karakter mencakup kejujuran. Maka diharapkan ketika UAS pun kita mempraktekan aspek tersebut. Jujur dan percaya kemampuan diri sendiri.
Oval: 4            Pesan Pak Ngasbun untuk mahasiswa yang menghadapi UAS,”Persiapkan dengan baik dalam menghadai UAS. Tetapkan target tanpa memaksa diri dan niatkan dengan benar “. (Safrina,Hasmah)

Intelektual profetik di Era Globalisasi dan IPTEK


Setiap era memberikan pengaruhnya terhadap masing-masing bidang kehidupan, baik positif maupun negatif. Tak terkecuali, era globalisasi yang identik dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Lantas, apa pengaruhnya terhadap masing-masing bidang kehidupan? Adakah peran mahasiswa dalam hal ini, untuk menangkas pengaruh yang negatif khususnya?
Dalam permasalahan ini hanya akan fokus pada beberapa bidang kehidupan di negara Indonesia, yaitu: pengaruh terhadap kehidupan keberagamaan (religius), kemasyarakatan dan pendidikan. Pada kehidupan keberagamaan, tak dimungkiri banyak sekali pengaruh positif maupun negatif yang ditimbulkan. Misalnya, akibat cepatnya akses informasi berpengaruh positif yang ditunjukkan dengan peningkatan kualitas peribadatan umat beragama kaitannya dengan kepahaman dan keilmuan (terutama fatwa-fatwa kekinian hasil ijtihad para ulama’, dalam islam kita mengenal Dr Yusuf Qardawi dengan fatwa-fatwanya). Adapun pengaruh negatifnya adalah masuknya aliran-aliran seperti JIL (Jaringan Islam Liberal) yang cenderung pemahaman keliru.