DEPARTEMENT KASTRAT

Aksi Damai Pemilu 2014

DEPARTEMENT KASTRAT

PENGOBATAN GRATIS BERSAMA DPU-DT

DEPARTEMEN SOSIAL MASYARAKAT

Ngawul

DEPARTEMEN EKONOMI

ADIK-ADIK BINAAN DEPSOSMAS

ZONAMUSLIMNEGRAWAN

Jumat, 28 Maret 2014

Proker Kepengurusan KAMMI KOMIK 2014-2015

Program Kerja Kepengurusan KAMMI IKIP PGRI Semarang 2014-2015

Sekertaris Umum
Kaderisasi (File is not ready yet)

Selasa, 04 Maret 2014

Struktur Kepengurusan KAMMI KOMIK 2014-2015

STRUKTUR KEPENGURUSAN KOMISARIAT KAMMI IKIP PGRI Semarang 2014-2015


Ketua Komisariat KAMMI : Apri Supriyanto (FPIPS/Pkn/2011)

Seketaris umum : Lilikayani toatubun (FPBS/PBSI/2011)

Bendahara umum : Desti Hartiwi (FIP/PAUD/2012)

Biro kestari : Kholifatur Rosidah (FPMIPA/Biologi/2013)

Kadep kaderisasi : Indah jauharin (FPMIPA/P.FISIKA/2010)

Sekdep : Zidni ilman nafi (FPBS/PBI/2013)

Staf : Dina amalia (FIP/PGPAUD/2013)

       : Rina Maryama (FPBS/Pbsi/2013)

       : Safrina Yulistiani (FPMIPA/Mtk/2011)

       : Setyo yudha N (FPMIPA/P.MTK/2012)

       : Ahmad Nur Setyawan (FPMIPA/P.MTK/2012)

Kadep kastrat : Purwanto Sigit N (FPIPS/Pkn/2011)

Sekdep : Abdurahman Faisal (FPBS/PBI/2012)

Staf : Rizqiawati (Fpbs/Pbi/2013)

       : Bagus Atmaja (FPMIPA/PTI/2013)

       : Nurkartika (FPMIPA/P.MTK/2012)

       : Lutfi Hadi Saputro (FPMIPA/P.MTK/2012)

Kadep humas : Ardi Setyo W (FPMIPA/P.Bio/2013)

Sekdep : Rofiyani (Fpbs/Pbi/2013)

Staf : Anisa Ayu Naimah (FPBS/PBSI2013)

       : Ratna Sariningsih (FIP/PGSD/2013)

       : Devi Amalia Rahmawari (Fip/Pgsd/2013)

       : Herdiana Elvandari (FIP/PGSD/2011)

Kadep Sosmas : Puji kristina dewi (FPMIPA/P.BIO/2012)

Sekdep : Resti Agdiarni (Fpips/Pkn/2013)

Staf : Avina Vatkhiyatur R (FPBS/PBI/2011)

       : Siti Nur Solehah (FPMIPA/P.BIO/2012)

       : Eni Hidayah (FIP/PGSD/2013)

Ekonomi : Susi Setyoningsih (FPBS/PBI/2011)

Sekdep : Yuli Setyawati (Fip/Ppb/2013)

Staf : Lia Alfiatur Rohiniyah (FPBS/PBI/2013)

       : Faisal Abdau Azizi (FPMIPA/P.Mtk/2012)

       : Prasetyo Imam (FPMIPA/P.Mtk/2012)

       : Bejo Untung (FPMPA/P.Fisika/2011)

Selasa, 04 Februari 2014

“Sekelumit Rasa Merasa”


“Sekelumit Rasa Merasa”

Kadang ada rasa dihati selama ini sudah “ merasa baik” iya merasa baik dengan berbuatan yang dilakukan, merasa sudah istiqomah dalam beribadah ataupun merasa sudah pantas masuk surga.Kadang disisi lain apa yang dilakukan semuanya terasa hambar, hambar senyap tak ada rasa, tak membuat hati jadi tenang, tak termakna sama sekali lantaran ingin terlihat baik karena seseorang lantas saat nasehat mengampiri rasanya hati sakit bagai luka terseret aspal yang belum halus. Tentu saja akan seperti itu jika hati hanya ingin dipuji manusia atau bahkan hanya ingin terlihat baik.

Apabila suatu saat diri ini merasa baik coba ingat kembali makhluk Alloh yang terbuat dari api yang dulunya ditempatkan di surga, dia (iblis)beribadah padaNya namun, lantaran dia merasa baik iblis tidak mau menuruti perintah Alloh untuk tunduk kepada Adam & hawa.
Ada juga cerita Firaun yang merasa dirinya baik lantas semua orang harus menurut padanya, menaati segala perintahnya bahkan harus menuruti membunuh bayi yang tidak bersalah.

Hakikat hati,apabila mulai merasa baik atau lebih baik dari yang lain mungkin hati itu sedang sakit karena rasa merasa baik yang akan cenderung kepada kesombongan.
Hati yang sakit akan merindukan pujian yang membumbung tinggi kelangit , hati yang mati akan hilang rasa peduli , hati yang sehat berbahagia karena nasihat.
Hati bagaikan raja dia yang akan membuat perkataan terasa sangat menyakitkan atau hati juga bisa membuat kata- kata yang terucap adalah nasihat yang tidak meninggalkan bekas begitu terasa tertampar namun tak terasa sakit.
Sifat rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan kebenaran dan menerima kebenaran itu yang datangnya dari siapapun. (Fudlail bin Iyadl).
Ya Alloh jadikan hati ini cenderung kepada hal – hal yang baik dan jangalah ENGAKU palingkan stelah ENGKAU beri petunjuk.

(Diandaruyata Kncorowati, Sekum)

Aku, kamu dan kita


Aku, kamu dan kita

Kau tahu...
Inilah jalan yang dipilih
Mungkin kau bertanya, mengapa
Tak ada jawaban rumit yang ku sertakan
Karena Allah terniatkan

Kau tahu...
Awalnya pun terasa takut
Terlihat mereka berbeda
Membuat spekulasi terasa benar
Hanya ku belajar bertahan

Kau tahu...
Karena berbeda
Awal pesona menjadi jalan untuk memilih
Semoga aku, kamu dan kita
Bertemu di Jannahnya

(Spesial edisi untuk saudariku tercinta)


Ehm sebenarnya rasa yang kita rasakan sama di awal pertemuan  ^0^ . Buang rasa takut jauh dan jauh biar kita saling mengenal. Dekat makin dekat. Itu bedanya aku dan kamu...
Wuish bahasnya apa dong?
Sabar dong... penasaran? Di baca lanjut aja.
Hanya curhatan adik tingkat yang bisa dikatakan masih baru karena emang baru semester 1.. ceritanya sih emang biasa tapi gimana gitu, tentang temannya yang mengatakan “mba yang jilbab besar itu seperti teroris aja” ... apalagi grebekan teroris lagi gencar-gencarnya makin manis pembahasannya.
Nah ini masalahnya ...
Buat adik mahasiswa baru maupun yang sudah lama di kampus, sebenarnya saya pun dulu sama. Takut juga sama mba-mba yang jilbab nya besar. Karena pilihan kita berbeda. Jika kamu makin jauh dari mereka gak bakal ketemu kebenarannya.
Apalagi mba di KAMMI juga jilbab nya besar. Jangan takut yaa sampai mundur di KAMMI. Karena percayalah hanya kebaikan yang kalian temukan disini.


Karena_MU (puisi)


Karena_MU
Setiap langkahku terasa ringan Karena_MU
Ku bisa tersenyum bahagia juga Karena_MU
Kekuatan langkahku Karena_MU
Tidak ada kegairahan dalam ku berbuat selain Karena_MU
Ya Alloh kesabaranku ku bersembahkan untuk_MU
Ku yakin KAU maha pembalas dengan apa yang manusia kerjakan

KAU tidak menutupi untuk sebab akibat arti sebuah kebahagiaan
KAU tidak pernah ingkar janji
Alloh hidupku Karena_MU
Nafasku Karena_MU
Rangkul aku karena ku sangat membutuhkanmu
Alloh ku sangat mencintai_MU

By Birokestari

MAMPU KARENA BISA,,!! SAATNYA MUSLIM NEGARAWAN BERTINDAK,,,


MAMPU KARENA BISA,,!!
SAATNYA MUSLIM NEGARAWAN BERTINDAK,,,
Aneh rasanya menjadi seorang mahasiswa yang apatis, diam, tidak peka dan lebih-lebih monoton dalam keseharian hidup di sebuah kampus. Mumet, pusing, bingung, males; kenapa selalu dipermasalahkan?? Wah-wah,, pertanyaan yang biasa saja bagi aktivis yang tak rela waktunya habis sia-sia.  Dapat dikatakan seperti itu, para aktivis mahasiswa tentu sudah biasa mendengar banyak sekali keluhan diberbagai sudut lisan yang berstatus “Mahasiswa”. Tetapi berbeda untuk kita yang notabenenya seorang aktivis muslim, ya Muslim Negarawan sosok yang tak luput dari organisasi KAMMI ini tak kan rela waktu yang tersedia hanya untuk memikirkan permasalahan pribadi sehingga menjadikan sebuah hambatan untuk bertindak. Nah kenapa kita harus bertindak? Back to “Muslim Negarawan” Lebih lanjut seperti gambaran umum mahasiswa diatas, berat rasanya jika arahan pikiran kita akan terbawa ke arus tindakan yang negative atas mainsed kita.
 Banyak sekali rumor negative lain tentang  mahasiswa, Oke always be positif thinking. Jadi kuliah bukanlah moment yang harus kita rasakan sebagai mahasiswa kawan. Ingat!! Kuliah dan Belajar itu beda, itu menurut penulis sebenarnya. Kawan, mari tengok lagi kenapa bisa dikatakan seperti itu walau di hati kalian mengatakan “lha bukannya kuliah tujuannya juga buat belajar kan?” Ya benar! pikirkan gambaran kuliah yang identik duduk disebuah ruang berbangku berAC dengan layar LCD terpasang, mendengar lalu presentasi disambut tugas dosen. Wow pemandangan belajar pro kuliah. Kelamaan kawan bahas ini, lanjut,,, sampai detik ini penulis masih bersikukuh Kuliah dan belajar beda bro. Satu hal dari belajar bukan untuk “nilai” formal berstatus IPK, IP, KHS dll. Beda dengan kuliah kawan, banyak dari kuliah karena mengejar hal-hal seperti itu. PADAHAL diluar sana yang terjadi, tidakkah kalian lihat kawan, modal kalian kurang sekali jika hanya membawa NILAI itu saja. Kuliah bukan penentuan tapi belajar bisa membuat tunjangan hidupmu setelah kuliah. Ayolah kawan belajar bergaul, belajar bermasyarakat, belajar mendesain peta hidup, belajar olah konsep, belajar melobbi, belajar berwirausaha, belajar memimpin dan dipimpin, belajar disegala bidang yang harus kita kuasai masih banyak sekali. Karena penulis pernah mendengar dari seseorang “Jangan sampai kita itu mudah terkotak-kotakkan” dalam artian kampus kita bukan menjadi sebuah tembok pembatas untuk kita mengembangkan ide serta ketangkasan kita untuk bertindak.
                Waktunya kalian bertindak jika kita seorang Muslim Negarawan yang hidup dilingkungan aktivis kampus maka harus berani mengatakan “ Kami bukanlah orang-orang yang berfikir dan berkehendak merdeka, Tidak ada satu orang pun yang bisa memaksa kami bertindak. Kami hanya bertindak atas dasar pemahaman” Ya kita harus paham dan mulai bertidak. * (Maknunah, Bendum)