Selasa, 27 November 2012

Menjadi Generasi Muslim Negarawan: Tawaran KAMMI Untuk Perbaikan Negeri Di Momentum Pahlawan


 

Sebagai kader KAMMI atau simpatisan KAMMI, kiranya tak asing lagi dengan istilah Muslim Negarawan. Muslim Negarawan identik dengan kader KAMMI, yang mana tulisan tersebut disematkan pada jaket KAMMI. Lalu apa makna dari Muslim Negarawan itu?
Secara bahasa, Muslim Negarawan merupakan frase yang terdiri dari kata Muslim dan Negarawan. Dua kata ini bermakna netral yakni, muslim, merujuk pada manusia yang beragama Islam dan negarawan merujuk pada kualitas pemimpin puncak sebuah Negara. Sedangkan secara istilah, Muslim Negarawan adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, idealis dan konsisten, berkontribusi pada pemecahan
problematika umat dan bangsa, serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan.
                Pada saat kader KAMMI dihadapkan pada sebuah kasus, misalnya muncul sebuah problematika, yang dibutuhkan adalah pemecahan (solusi). Solusi sebagai upaya meredam ataumenghentikan problematika yang muncul. Solusi ditawarkan oleh mereka yang mampu memahami dan menganalisa akar problematika, lalu mencoba melakukan upaya-upaya sigap dan tepat untuk menyelesaikan problematika yang bergejolak. Maka kader KAMMI bertransformasi menjadi generasi Muslim Negarawan, yang mana terdapat pemaknaan bahwa menjadi generasi Muslim Negarawan adalah menjadi generasi solutif, yang siap sedia dibenturkan dengan problematika dan berupaya memecahkannya. Dalam konteks ini, berarti kader KAMMI memang diformat secara khusus agar mampu mengelola problematika dan menghadirkan tawaran-tawaran sesuai dengan fikrohnya sebagai bagian dari proses menuju pemecahan. Lalu di momentum pahlawan ini, apa tawaran KAMMI?
Hari Pahlawan diperingati pada tanggal 10 November, renungan bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Hari pahlawan merupakan hari dimana kita mengingat atau mengenang jasa pahlawan karena banyak pahlawan dan warga indonesia yang berguguran untuk mempertahankan negeri ini. Begitu besar pengorbanan pejuang negeri ini untuk mempertahankan kemerdekaan.
Tawaran KAMMI di mementum pahlawan yaitu dengan upaya perbaikan negeri sebagai implementasi dari sebuah kesadaran yang utuh yang secara bersama-sama menginginkan kondisi mendekati ideal dalam definisi merdeka, sebagaimana yang diperjuangkan oleh para pahlawan dahulu. Upaya perbaikan tersebut dalam perspektik KAMMI, ada beberapa tahapan yang dilalui. Adapun sbb: mengawalinya dengan menghadirkan persepsi publik bahwa kader KAMMI bukanlah beban dan masalah bagi negeri, justru sebaliknya ekspresi kader KAMMI dalam pikiran, niatan, dan tindakan merupakan dalam rangka memberi solusi memecahkan problematika yang bergejolak. Kemudian, keterlibatan aktif kader KAMMI dalam proses-proses perubahan dan kebijakan serta intervensi sosial secara kreatif dan strategis sehingga terjadi signifikansi perbaikan. Yang terakhir, dengan penekanan yang masif kepada kader KAMMI agar menghadirkan dinamika, bukan kelompok yang diam dan menghindarkan sikap ketidakpedulian terhadap persoalan negeri.
Demikian apa yang semestinya KAMMI dan kadernya lakukan, dengan tawarannya untuk perbaikan negeri di momentum pahlawan ini. Semoga tawaran tersebut merupakan perintis bagi munculnya tawaran-tawaran yang lain, yang bisa jadi lebih baik dari yang KAMMI munculkan. Yang terpenting adalah kontribusi tiada henti untuk perbaikan negeri, karena KAMMI cinta Indonesia.
(Rianda Herlan S.A_Pend.Fisika 2009_ketua komisariat KAMMI IKIP PGRI SMG)


0 komentar:

Posting Komentar