Minggu, 17 Juni 2012

LOVE ASYIK-ASYIK


Love adalah bahasa inggris dari cinta. Rasa cinta dimiliki oleh semua orang. Itu adalah sebuah fitrah manusia. Namun,apakah kita tahu dan mampu untuk mengetahui apa itu cinta? Love dalam bahasa Arab disebut Al-Mahabah yang memiliki arti kasih sayang. Love menurut Abdullah Nashih Ulwan yaitu perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Rasa kagum/ simpatik, berharap, rela dan selalu teringat dengan orang yang dicintainya merupakan tanda-tanda dari cinta. Firman Allah : “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah...”(QS.2:165).
Love memiliki refleksi berupa tunduk patuh, menurut, amar ma’ruf nahi mungkar ini merupakan mahabbatullah( love to  Allah). Munculnya love dilandasankan dengan sadar karena mengakui dan menerima anugerah dan nikmat yang luar biasa dari Allah Yang Maha Pemberi. Adanya pemahaman tentang rasa kasih sayang Allah selalu ada dalam setiap desah nafas kehidupan kita. Di tambah dengan Ma’rifatullah( mengenal Allah), maka love to Allah akan muncul. Sehingga, seorang mukmin teramat sangat mencintai Allah dan ingin bertemu denganNya di akhirat kelak. Love ada 3 jenis jika dilihat dari prioritas yaitu prioritas tertinggi, menengah dan terendah. Penjabaran dari love tertinggi yaitu meliputi love to Allah, Rasulullah dan berjihad di jalanNya. Seorang mukmin yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya akan mencurahkan segala cintanya kepada Allah tanpa ada keraguan didalam hatinya. Ini sudah menjadi keharusan dalam Islam dan konsekuensi. Telah meyakini Dialah Allah yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Maha Sempurna, Maha Lembut. Dari itu, lahirlah sebuah kesadaran bahwa ajaran Allah-lah yang harus diikuti.  Dan berusaha sekuat tenaga untuk dapat mengaktualisasikan ajaran-ajaran Allah dengan suka hati, penuh keimanan dan keyakinan. Rasa love seorang hamba yang beriman kepada Allah akan mengambil bentuk awal dari Mahabbaturrasul (rasa cinta kepada Rasulullah SAW ) yang berwujud dengan sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat) terhadap perintah rasul, tawadhu, mendahulukan, melindungi dan kasih sayang kepada beliau. Mahabbaturrasul tidak hanya salam dan shalawat kepada Nabi tapi juga menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan dalam hidupnya.  Serta membentengi Rasulullah dari mara bahaya dalam banyak peperangan dan tampil dalam membela Islam. Keikhlasan dan ketulusan syar’i serta rasa love yang Allah tumbuhkan, yang tak dapat ditumbuhkan oleh manusia meski seluruh kekayaan yang dimiliki dijual itulah mahabbaturrasul. Rasa Love yang melebihi  rasa love kepada bapak,ibu,anak,saudara, istri, kaum keluarga, harta, perniagaan, rumah-rumah yang disukai. Bahkan rasa love yang melebihi rasa love terhadap diri sendiri. Rasalullah SAW bersabda :”Hendaklah kalian mencintai  Allah karena Dia memelihara kalian dengan nikmat-nikmatNya. Dan cintailah aku demi cintamu kepada Allah. Dan cintailah ahli rumahku demi cintamu kepadaku.”(HR.At-Tirmidzi, Al-Hakim dari Ibnu Abbas).”
Abu Bakar Ash Shidiq ra  telah terwarnai hatinya dengan mahabbaturrasul. Ini terbukti dengan peristiwa Hijrah yang membuatnya mendahulukan, melindungi dan tak membangunkan Rasulullah yang tertidur dipangkuannya, walaupun harus menahan sakit kakinya yang tersengat kalajengking hingga mengeluarkan darah. Para sahabat telah membuktikan ketinggian love mereka kepada Allah, Rasulullah dan Jihad Fi Sabilillah. Sahabat bernama Hanzolah bin Amir ra. yang terjun ke medan perang Uhud meninggalkan istri yang baru sehari sebelumnya dinikahi, dan akhirnya syahid. Ketika itu Rasulullah SAW melihat dan berkata kepada para sahabat: ”Sesunnguhnya aku telah melihat para malaikat memandikan Hanzolah di tengah-tengah langit dan bumi dengan air hujan dalam sebuah bejana  dari perak.”(HR.Tirmidzi dan Imam Ahmad).
Love prioritas menengah adalah love to parents, anak, sauda, istri/suami dan kerabat. Love terikat  hubungan dengan orang yang dicintainya dengan aqidah, keluarga, kekerabatan atau persahabatan. Rasulullah SAW bersabda :” Tidaklah sempurna Iman seseorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya(sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”(HR.Bukhari dan Muslim).
Love prioritas terendah ialah love yang lebih mengutamakan dan menomorsatukan love keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal dibandingkan terhadap Allah, Rasulullah dan jihad fisabilillah. Ini jenis love yang paling hina, keji dan merusak rasa kemanusiaan. Termasuk love kepada sesuatu yang disembah selain Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS.2:165, cinta kepada musuh Allah, sebagaimana Allah peringatkan dalam QS.Al-Mumtahanah(60):1, cinta berdasarkan hawa nafsu sebagaimana cintanya Zulaikha Istri Al Azis kepada Nabi Yusuf as.
Para pemuda Islam selaku generasi penerus bangsa kapan pun dan dimana pun tanpa ada keraguan untuk lebih mengutamakan love to Allah, Rasulullah dan Islam maka Allah akan memberikan kemenangan bagi mereka di muka bumi.
Marilah kita manajemen love di hati kita agar sesuai dengan kehendak Allah mencapai love prioritas tertinggi.
Wallahu’alam Bi Showab ( Anisatul L, PPB 2010)
Sumber : Abdullah Nashih Ulwan, Manajemen Cinta Al Ummah, Panduan Aktivis Harokah

0 komentar:

Posting Komentar