Rabu, 06 Juni 2012

Resensi


Beginilah
Jalan Da’wah
Mengajarkan Kami


            Suatu kebahagiaan yang luar biasa apabila kita bisa merasakan nikmatnya kebersamaan di jalan – Nya. Patutlah, jika seseorang merasakan kebahagiaan dan kebanggaan karena Allah telah memilihnya berada di jalan ini. Kenikmatan berjama’ah. Sungguh kenikmatan yang begitu istimewa. Itu merupakan suatu kenikmatan setelah kita menerima kenikmatan berupa keimanan kepada Allah SWT.
 Jalan ini, jalan yang hanya sedikit orangnya, panjang dan lama waktunya, serta banyak godaannya. Begitulah jalan dakwah. Dalam buku “Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami”, penulis begitu piawai dalam mengklasifikasikan tahapan – tahapan dalam berdakwah. Sang penulis, M. Lili Nur Aulia menuliskan ke dalam lima bab dari setiap tahapan dakwah. Bab pertama menceritakan tentang “Dari Sini Kami Memulai”, bab kedua mengemukakan tentang “Ketika Kami Membangun Kebersamaan”, bab ketiga menyampaikan tentang “Perjalanan Beraroma Harum Semerbak”, bab keempat mengungkapkan tentang “Ketika Melewati Jalan Mendaki”, dan pada bab terakhir, penulis memberi judul “Kesejukan yang Meringankan Langkah”.
Dalam setiap babnya, kita akan dibawa ke dalam suasana yang benar – benar kita dapat merasakannya. Setiap bab dibahas secara detail dan mendasar. Pada bab pertama, penulis menyampaikan bagaimana awal sebuah dakwah dimulai. Pada bab kedua, disampaikan ketika suatu kelompok atau jama’ah membangun sebuah dakwah, sebuah kebersamaan. Pada bab ketiga, diceritakan bagaimana agar seseorang bisa mendapatkan sebuah perjalanan dakwah yang harum mewangi. Pada bab keempat, diungkapkan bagaimana seharusnya sikap kita ketika melalui jalan dakwah yang mendaki dan terjal. Dan pada bab terakhir, penulis mengemukakan sikap – sikap yang dapat meringankan langkah dalam berdakwah.
Dari kelima bab tersebutlah, kita dapat belajar banyak dari Rasulullah, sahabat, ulama, dan para guru dakwah. Meskipun tidak lebih dari 200 halaman, tapi buku ini sudah seperti buku saku bagi para aktivis dakwah. Sudah cukup menjelaskan secara keseluruhan dalam hal ikhwal dakwah. Dalam buku ini juga banyak berisi kalimat – kalimat motivasi penggugah jiwa pengobar semangat.
Ada sebuah motivasi tingkat tinggi dari Sayyid Quthb dalam buku ini, “Mereka (para penegak dakwah) tidak boleh putus asa dari memperbaiki jiwa dan menanamkan respon baik dari hati orang yang didakwahi. Meski apapun pengingkaran dan pendustaan yang dihadapi. Meski penolakan dan pembangkangan seperti apapun yang muncul. Jika seratus kali, dakwah belum sampai kepada hati. Mungkin akan sampai pada seratus satu kali. Jika seribu kali, dakwah belum masuk di dalam jiwa. Mungkin akan masuk pada seribu satu kali. Dan seterusnya... Jalan dakwah ini bukanlah perjalanan yang lembut dan mudah. Di sana ada puing – puing kebatilan dan kesesatan. Taqlid dan kebiasaan yang bersemayam dalam hati, yang harus disingkirkan secara perlahan – lahan dengan berbagai cara. Semua lokasi yang sensitif harus disentuh...” (Fi Zilal Al – Quran, 4/2394) ( Ayu Nurjanah_staff  Dept. sosmas)

0 komentar:

Posting Komentar